Tampilkan postingan dengan label cuapcuap's room. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuapcuap's room. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Desember 2013

Prinsip Minta Tolong



Hubungan antara manusia memang merepotkan
Tapi kita tak bisa hidup sendiri
Setiap manusia merupakan makhluk yang lemah
Kita harsulah hidup saling membantu
Dan kadang-kadang keluar ucapan kasar
Tak sengaja menginjak kaki seseorang
Atau salah paham dan berbagai hal yang telah terjadi
Tetapi selalu penuh harapaaaaan~
Suka banget sama lagu yang satu itu. Taukan itu lagunya siapa? Terkenal beut loooh~ :DD yups JKT48. Rasanya aku banget dah. Lagunya sering terjadi dalam kehidupan keseharian jadi mengena banget :DD salah paham, itu yang sering terjadi. Entah mengapa selalu terjadi, maksudku begini tapi dianggap lain oleh orang lain, malah sering juga mereka ber-“underestimate” huuuff J  memang sih kalo menuruti pandangan orang lain ga ada habisnya J
Dan aku pernah menemukan sebuah kalimat yang aku sebenernya kurang setuju, menurutku salah paham harus dijelaskan supaya terjadi kesamaan persepsi. Tapi kalo direnungi, terkadang sikapku menunjukkan persetujuan sama pernyataan itu ketika aku memang lagi ga mood en memilih bersikap ga peduli ketika salah paham itu terjadi. Begini kalimatnya,
“membangun hubungan kmemanusiaan yang interaktif jauh lebih utama daripada menguras tenaga untuk menjelaskan sudut pandang dan memecahkan bermacam-macam persoalan yang diakibatkan oleh kesalahpahaman”
Kedua-duanya penting, menurutku :P aku pernah mengalami suatu kejadian miscom via sms dengan temenku. Yaa.. untuk menyamakan persepsi, aku menjelaskan sedetail-detailnya maksudku. Memang menguras tenaga, menguras hati, menguras waktu sih, sampe gregetan rasanya, dan pada akhirnya kami saling menertawakan diri sendiri karena merasa lucu dengan apa yang telah terjadi. XD
Menurutmu? ^_^
Nah, aku pengen cerita nih, kejadian yang membuatku sebenernya bikin aku kesel banget sama ni orang. Ah, tapi yasudahlah… anggep ja bumbu rasa barbeque :P jadi ceritanya, aku minta tolong temenku, ngeliatin+rawatin pot yang ketinggalan di kampus. Cuman q lupa naroh di mana -_-“ keknya sih di mesjid deket rak sepatu.
Nah ternyata temenku mau pulang ke asalnya, karena itu aku bilang titipin anak kos aja. Terus aku kaget pas dia bales smsku,
“Cuma mengingatkan, dulu siapa ya yang kesel kalo ada orang minta tolong tapi gak pake kata tolong. Terus sekarang? Iya insyaAllah”
Kontan aja aku kaget dia bilang begitu… iya memang aku ga suka kalo seseorang minta tolong tapi tanpa ada kata tolongnya karena itu sama aja nyuruh. Memang di rumah udah diajarin harus pake kata tolong pas minta tolong. Apakah kalian jadi berpikir aku ini rempong karena terlalu mempermasalahkan kata tolong?
Kenapa dia jadi ngomong gitu? Aku jawab aja,
“udah di sms dari awal ada tolongnya..”
Setelah itu aku forward sms yang pertama,
“Ni, tolong cek in mesjid sebelah ra sepatu ada tenemanku  plastik merah ga? Kalo ada tolong bawa ke wisma ya, disiram, senin aku ambil..”
Ah, ada perasaan yang belum tersampaikan jadi aku kirim sms lagi…
“Udah mewakili kan? Menurutmu aku melupakan prinsip minta tolong? Oke, maaaf kalo kamu ngerasa aku suruh…”
Setelah itu dia ga ngebahas itu (ngarep banget aku, dia bakal bahas itu -_-“). Apa dia ngerasa bersalah karena salah persepsi? Terus apakah aku mengharapkan dia minta maaf? Tapi kenapa dia ga minta maaf kalo dia ngerasa bersalah? kalo gitu aku jadi inget statusnya dia kalo dia sebel banget sama org yang bersalah tapi ga ngerasa salah en ga minta mau maaf.. Ataukah aku yang keras kepala mengeles kalo udah ada kata tolongnya? Tapi beberapa jam kemudian dia sms aku nanyak in plastik merahnya kok ga ada? Haha.. sudahlah kepo banget sih akunya… lagian apa manfaat, faedah, dan tujuannya coba *halah~ Hmmm… its okeey~

Inti solusi dari ceritaku? Haha, mari kita berbagi ^_^

Selasa, 05 November 2013

mungkin belum rezekiku :)

Rasanya gonduk, dongkol, sebel, semua campur aduk. Nge-upload pkm ga bisa mulu, udah gitu salah satu anggota tim bilang, aku pasrah aja deh. Itu membuatlu tambah nge-down banget banget banget! Udah nomaden dari satu warnet ke warnet lain hanya untuk mengusahakan nge-upload! Secara kecewa juga ternyata warnet langganan antreannya kaya lagi ngantri air bersih.
Ngerasa lucu dengan kejadian yang aku alami. Setelah warnet langgaan penuh aku menuju warnet A, ternyata kurang memuaskan, aku pindah ke warnet B, ternyata sama aja lemotnya, dan akhirnya aku ke warnet C. baru masuk bilik warnet C baru nyadar kalo sandalku selen alias beda! Dodol banget yak! Hehe dari tadi ga ngerasa kalo salah ambil sandal, padahal tadi aku uda liat pas mau pake sandal. Dengan terpaksa, mau ga mau abis ini aku kudu balik lagi ke warnet B. warnet C sama aja ngecewainnya. Segera aku putuskan untuk pindah aja. Pas nyampe warnet B, penunggu sandal aslinya uda nongkrong. OMG! Malu banget! Langsung aja deh aku ngacir ke warnet deket rumah, warnet D (weleh, 4x pindah warnet -_-). Eng ing eng, sama ajeee…
Yaudah, aku tetep berusaha sendiri…  aku yakin dan percaya akan lolos, karena itu aku terus mengusahakannya.  Ini untuk ketiga kalinya aku mengirim, kali aja ini rezekiku untuk memulai usaha… malemnya aku ke warnet langganan lagi, Alhamdulillah sepi, tapi ternyata aku harus ngantri. Gapapa, kata masnya nungguin sekitar 15 menitan dan lumayan kan antrian pertama :D
H-4 jam DL belum bisa juga berhasil… aku mulai pasrah, berharap akan ada keajaiban. Alternatif terakhir, menjelang detik-detik erakhir pake modem sendiri, alhasil juga gatot ternyata. Alhamdulillah, akhirnya ga jadi upload J
Untuk mengatakan, mungkin ini belum rezekiku, ternyata berat ya J rasanya belum legowo..
Yaudah, insyaAllah ada hikmah dan mendapatkan ganti dengan yang lebih baik.


Rabu, 02 Januari 2013

murabbi wanna be...


Alhamdulillah,,, setelah sekian lama tak menari-nari bersama pena (red:keyboard lepi :D), kembali aku ingin menoreh bauran warna-warni tinta dalam tiap episode kehidupanku.. :D semoga senantiasa istiqomah! J
Bro Sist fillah, kejadian hari ini benar-benar membuatku sadar bahwa aku harus belajar lebih keras lagi. Ternyata memang harus banyak belajar… ilmu Allah yang bagaikan lautan manusia. –QS 17:60- Ternyata sesuatu yang aku bayangkan kelak setelah aku wisuda, terjadi pada hari ini. Yah, walau memang bukan sekolah formal dan gelar ini tak ada arti lebih atau pun special juga menjadi kebanggaan. SM, Sarjana Murobbi, memang tak ada yang memberikan predikat ini padaku. Tetapi rasanya, mengikuti sekolah murobbi kemudian mengalami fasa ujian  setelah itu wisuda, dan jika tak lulus syarat maka harus mengulangi ujian kembali, membuatku benar-benar merasa ini adalah sesuatu yang bukan main-main. Ini adalah sebuah proyek besar bagi peradaban umat.
Sekali lagi ini bukan sebuah kebanggaan. Tetapi sebuah jalan yang kubuka untuk memasuki distrik baru bagiku. Ini bukan akhir pejalanan bagiku, justru langkah ini harus selalu berlanjut, untuk menaiki tangga setapak, demi setapak (semoga…)
16 desember 2012, menjadi hari prosesi pelantikan kelulusan peserta yang telah menempuh masa belajar selama kurang lebih setengah tahun. Kalo dirasa-rasain, lucu deh. Belum wisuda gelar S.si tapi uda wisuda yang lain… XD
Tetap saja sampai saat ini aku masih merasa belum pantas jika disebut, murobbi. Mentor, aku masih mau. Walaupun sebenarnya sih artinya sama saja…
Balik lagi ke kejadian menohok. Hehe… Ketika, salah seorang a-bi (adek binaan)ku datang ke rumah membawa PR kimianya. Ada yang sedikit berbeda dengannya. Entah perasaanku, ataukah memang itu sisi lain yang belum pernah aku tahu? (payahnya, padahal sudah setahun lebih kami bersama…)
Di sela-sela belajar itu, ia bertanya, “kak, sms nya tuh gimana sih? Aku nggak ngerti-ngerti.”
“bukannya uda dijawab? Bagian mana yg belum ngerti?”
“ya yang pertanyaanku tentang gimana cara mengenal Allah melalui dirisendiri?”
Aku diam sejenak. Mencoba menganalisis permasalahan yang terjadi. “yang sms terkahir coba mb mau lihat,,, jangan-jangan nggak masuk?”
“yang aku Tanya malah dikasih pertanyaan byk bgt sama kakak itu…”
Oooh… bukan maksud malah ngasih pertanyaan balik. “oh itu, bukan gitu.. eem gimana yah?” aku mencoba mencari kalimat yang pas dan simple. “itu pertanyaan-pertanyaan yg kalo kita tahu jawabannya, kita bisa mengenal Allah…”
“gimana maksudnya?”
Penjelasan tadi belum juga membuka pikirannya. Aku jadi panic sendiri karena tak bisa membuat kalimat dengan baik, “duh, gimana yah… bingung jelasiinnyaa…” celetukku.
“hlo udah wisuda lo ya kak…”
Jleb. Ada sesuatu yang menusuk… walaupun nadanya halus… tapi susunan tiap kalimat itu benar-benar menohok. Yah, abiku yang satu itu memang memiliki karakter blak-blakan, apa adanya.
Padahal aku sengaja tak memberitahukan tentang wisuda itu. Mungkin dari umminya ia tahu, tebakku. Tapi tetap saja penasaran ia tahu dari siapa? -.-a
Setelah aku menjelaskan untuk yang kedua kalinya, Alhamdulillah abiku paham… syukurlah…
Walaupun mungkin kalimat tadi bisa jadi tak berarti apa-apa bagi orang lain. Namun bagiku itu cambukan untuk menjadi lebih baik… never stop for learning! (^0^)9
Semoga senantiasa diberikan kemudahan untuk melakukan kebaikan… :’) akhirkan kami dalam khusnul khotimah, ya Rabbi…
“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku…. “ QS Atthaha:25-28
Suiyoobi, Ichigatsu-Futsuka’13

Sabtu, 18 Februari 2012

seandainya bisa membenci

seandainya bisa membenci... dia yang telah menyakiti malaikatku.
seandainya bisa membenci... tapi dalam lubuk hati yang terdalam, aku juga mencintainya.
seandainya bisa membenci... kuimpikan dia menjadi nahkoda yang sholeh. nahkoda yang penyayang. nahkoda yang bertanggungjawab.
seandainya bisa membenci. aku juga merasakan sakit, mungkin tak lebih sakit malaikatku.
seandainya bisa membenci. teringat kulit wajahnya yang muali keriput. memanggul beban. dan derita sakitnya...
cinta malaikatku tak pernah berubah. terkikis. bahkan kering. walau kau menyakitinya. walau kau perlakukan ia dengan dhalim.
bahkan cintanya akan semakin bertambah! cintanya akan selalu bersamamu. tapi kenapa kau balas dengan dusta?!
seandainya bisa membenci. jawabnya hanya diam. tanyaku hanya angin lalu.
seandainya bisa memenci... tapi aku tak bisa membenci...
terkadang ia tunjukkan kasih sayang nya. tapi terkadang ia tunjukkan ketidakpeduliannya. atau hanya sandiwara kasih itu?
maafkan belum bisa membahagiakanmu, malaikatku...


ALLAH... naungi kami dengan CintaMU...

Kamis, 16 Februari 2012

My beloved


bismillah... 
Walaupun tak pernah bilang, aku cinta kamu, aku sayang kamu, dll. Walaupun terkadang nyebelin. Jutek. Jaim. Tapi sebenarnya, dari perilakunya, menunjukkan rasa cinta dan sayang kok.
Aku terharu sekali ketika adikku membelikan spion. Terlebih dahulu ia menawarkan spion yang besar atau kecil. Kujawab terserah… subhanallah… dia kemudian memasangkan spion baru itu (spion yang besar) yang baru ia beli saat ibu dan aku akan pergi ke kabupaten Semarang… betapa hatiku merasakan haru biru. Walaupun menyebalkan, tapi so sweet juga… adikku yang manis… J Walaupun kadang terlihat nggak peduli, tapi sebenarnya aku sayang.
Ah, tiba-tiba saja otakku menginginkan aku untuk memikirkan sesuatu. Baru hal itu terfikirkan olehku. Semenjak kelas tiga, menjelang ujian nasional, ia sibuk mencari informasi tempat menuntut ilmu yang ber-ikatan dinas. Kalau kuliah ini kerjanya apa? Kalau kerja ini-itu gajinya berapa? Dan sederet pertayaan bertemakan masa depan.
Aku senang, ia memiliki semanggi (semangat tinggi) dalam mencapai impiannya. Dan, kemudian teringat diriku yang terseok-seok menggapai mimpi. Jatuh bangun. Aku mencarinya. Mencari azzam yang dulu pernah singgah dalam kehidupanku. Entah sekarang di mana. Dan aku masih mencarinya. Mimpi yang seharusnya sampai nanti menemaniku. Motivasi. Aku kehilangan jejaknya.
Aku tak tahu mengapa ia meninggalkanku. Apakah karena aku tak sadar dalam menjalani hidup ini?
Aku mulai menata kembali. Serpihan impian yang tercecer. Yang mungkin saja aku yang meninggalkannya.
Ingatkan diri ini ketika goyah Ya Rabb. Hanya Engkau tempatku bersandar…
Dan teringat pula, ketika nanti adikku berkelana di tempat yang jauh… meninggalkan semua yang ada di dalam rumah ini. Nanti, hanya aka dan kedua orang tuaku dan aku… hanya bertiga? Pasti akan sangat membosankan dan terasa sepi.
Takkan lagi melihat adikku yang sedang genjrang-genjreng dengan gitarnya. Takkan lagi melihat ia tiduran di bed ku dengan hanya memakai seragam putih abunya bahkan hanya kaos oblong, yang kemudian aku usir dia. Tak bisa melihat ia ketika akan berangkat sekolah. Dan ketika yang lainnya. Kita beranjak dewasa yaa…
Dan suatu hari nanti… aku juga akan meninggalkan rumah yang penuh warna ini. Menjalani ujian hidup bersama pemilik tulang rusukku. Dan kemudian, hanya tinggal ayah dan ibuku di sana. Oooh, begitu menyayat ketika mengingatnya… hanya doa yang kusematkan, harap mereka baik dan sehat. Rukun dalam cinta.   
Mohon bimbinganMu. Berikan yang terbaik menurut versi Engkau ya Rabb…

Selasa, 14 Februari 2012

ujian kehidupan



 Ujian kehidupan, kata orang seperti itu. Tapi aku bingung. Mengapa disebut ujian kehidupan? Bukankah hal yang membahagiakan ketika bisa bersama dengan pasangan yang terkasih? Ah mungkin aku belum tahu. Mungkin aku belum mengerti. Bagaimana dua makhluk itu harus bisa dinamis, serasi, seimbang, saling mengisi…  apalagi ya?
Tapi, mungkin ya. Mungkin baru sedikit aku mengetahui, karena memang aku belum merasakannya. Bagaiman menyatukan pendapat dua insan yang berbeda. Aaah… sefikroh ya?
Bagaimana jika ternyata, setelah memasuki usia emaslah, peraklah, dan lainnya baru di temui ketidak kecocokan?
Katanya,  “ah, ada perempuan lain yang lebih menggodaku.” “ah, dia sudah tak seperti yang duluu…” “ah, aku sudah tak mencintainya lagi…”
“ah, aku sudah tak mencintainya lagi…” bagaimana rasanya jika itu terjadi? Terucap dari mulut pasangan yang dicintai?! “ah, aku sudah tak mencintanya lagi…” semudah itukah kalimat itu meluncur dari mulutmu?? Menyakitkan!
Teringat, kata ust Saliim di bukunya, Jalan Cinta Para Pejuang… justru ketika rasa cinta itu mulai terkikis, maka saatnya kita untuk mencintainya kembali. Bagaimana dulu kamu tak mempunyai perasaan apa-apa lalu bisa mencintaiya. Bagaimana bisa? Karena cinta adalah kata kerja. Lakukan kerja-kerja cintamu, biarlah hati menjadi makmum atas kerja amalan-amalan shalih kita… bisa kan engkau melakukannya? Masih ada alasan lagi??
Semoga keadaan ini cepat berlalu… ujian kehidupan ini, yang juga rasa sakit ini telah terbendung lama... kelak, insyaAllah, ketika berganti aku yang menghadapi ujian kehidupan ini, bisa dilalui bersama-sama dengannya, hanya bergantung kepadaNya.     
Membangun impian SaMaRa, berlandaskan kecintaan kepadaNya, mengikuti sunah RasulNya, untuk beribadah kepadaNya…  naungi kami dalam dekapan cintaMu ya Rabb…

Minggu, 22 Januari 2012

Karena Ia Pelangi ...

Hari ini banyak doa, harapan, dan cinta yang mengalir deras untukku seperti hujan dengan suara gemerciknya malam ini. Bersama tangisku, terselip dalam do’a. meluapkan semua rasa yang telah terendap. Biar menjadi larut dalam doaku. Bersama suara adzan yang menggema. Merdu merasuk dalam hati. Mendamaikan rasa.
Mengapa datang dan pergi begitu cepat? Mengapa memberi pembuka dan penutup yang berakhir begitu memilukan? Mengapa ada pertemuan dan perpisahan? Mengapa Engkau berikan jalan cerita, yang belum pernah kulalui?
Bukan, tak ingin menjadi kufur. Hanya saja belum kutemukan. Segala pertanyaan yang mengganjal. Adakah jawaban itu pelangi? Mungkin saja.
Kadangkala Dia hilangkan sekejap matahari. Kemudian Dia datangkan guruh dan kilat. Puas kita menangis, ternyata Allah kan hadirkan pelangi.
Inilah merah. Di mana saat ego dan amarah menyatu. Menjadi bara api ketika semangat. Menjadi sebuah kekuatan yang kadang tak terbayangkan bahwa kita memilikinya. Keberanian! Tekad!
Lalu kita terus berjalan. Diiringi keceriaan yang terpancar dalam diri kita. Menghiasi hari-hari indah bersama ukhuwah karena kecintaan kepada-Nya. Saling tolong-menolong. Seperti pancaran sinar matahari yang mengalirkan energi positif. Optimis.
Prinsip itu senantiasa menjadi pegangan hidup kita. Tak peduli apa kata orang, karena kita hanya memerhatikan pandangan-Nya saja. Hijau. Penuh romantika cerita indah. Saling menyembuhkan. Memberi rasa aman.
Saat ku memandang ke atas langit biru. Kau ajak aku ke tempat di mana kita bisa memandangi langit bersama sepuasnya. Berharap nanti kan ada suatu keajaiban untuk kita. Di bawah langit biru, mengembangkan sayapku tuk terbang ke seberang awan. Terbang bersamamu menggapai langit yang biru. Di bawah langit biru, teruslah terbang dengan kekuatan yang kau punya. Dan masih memeluk langit yang biru.  
Tak terasa, kita beranjak dewasa. Lihatlah, ke atas. Memandang luasnya langit biru yang cerah. Memberikan ketentraman dalam jiwa kita. Tak inginkah kau untuk terbang? Menggapai sejuta asa dengan kepakkan sayapmu.
Pelangi selalu ada dalam cerita kehidupan. Warna yang tergores, memang belum sempurna. Tapi suatu hari nanti. Ia akan menjadi lukisan terindah dalam hidup yang pernuh warna… karena ia pelangi. Maka, semakin ndahlah ia menjalani hidup.
Allah, memberikan apa yang kita butuhkan. Bukan apa yang kita pinta. Semua, kan indah pada saatnya. Because I believe…

Refleksi perjalanan hidup selama dua puluh tahun…

Jumat, 08 Juli 2011

apakah yang bisa saya pelajari darinya?

Aku memang tak sekeren mbak Atik yang luas ilmunya, aku tak seperti Lacus lina yang keibuan, aku memang tak setangguh anantiya, aku tak seperti aty yang penyabar, aku memang tak sehebat suci, aku tak seperti shabrina yang selalu ceria, aku memang tak seperti lintang senja yang selalu bersemangat, aku tak selembut Rifatul hasanah, aku memang tak seperti siti nur rohmah yang dewasa pemikirannya, aku juga tak sejenius arum puspita cahyati... aku adalah aku... tapi aku bisa belajar dari mereka semua.
Semoga ikatan kita adalah ikatan logam, karena ikatan logam adalah ikatan yang paling kuat. Saling memberi, mengambil atau berbagi elektron dalam usaha untuk menjadi stabil.
Ukhti fillah,, lingkaran kecil ini terdiri atas berbagai karakter, berbagai karakter itu kemudian dibingkai oleh Allah dalam indahnya ukhuwah islamiyah...
^^
aishiteru cz Allah

Jumat, 17 Juni 2011

Allah sedang menunjukkan kepadaku indahnya menanti…



Semua itu hanya Dia yang tahu…
Aku hanya bisa merencanakan…
Dan menjaganya agar selalu niat ini hanya karena-Nya…
Tolong bantu hamba untuk bisa memperbaiki diri,
Sebaik-baik rencana manusia, masih jauh lebih indah rencana-Nya…
Subhanallah…
Kan kunanti… sampai indah pada waktunya…
Insya Allah…
Catatan  ketika rindu itu datang…

Aku Suka



Aku suka berdialog dengan diriku sendiri ketika pulang kuliah. Melewati bukit kencana jaya yang terkenal dengan nama bukit cinta, sambil menikmati semilir angin yang berhembus serta Agungya ciptaan ALLAH. Walaupun aku tak bisa berlama-lama menikmatinya.
Aku tahu itu berbahaya. Tetapi aku masih melakukannya. Sepertinya kebiasaan seperti ini pertama kali muncul ketika aku memutuskan untuk tidak tinggal kost.
Entah akunya yang memang suka merenung –muhasabah- atau memang suasana yang kurasakan begitu nyaman?
Menghabiskan waktu menelusuri perjalanan ke rumah dengan memikirkan segala hal yang aku suka adalah hal yang menyenangkan. Kejadian kemarin, hari ini, baru saja terjadi, maupun impian masa depan. Sering kali kutemui kejadian di jalan yang bisa membuatku merenung, yang bisa kuambil ibrahnya, yang bisa membuatku benar-benar merasa bersyukur atas Karunia yang diberikan Allah. Lalu, aku berazzam, aku tidak ingin menyia-nyiakan semua ini dan kumemohon bimbingan dari-Nya. Insya Allah.
Ketika senja tiba, langit menyemburkan warna jingga, seperti metil orange (hehe). Aku bisa, melihat lampu di rumah-rumah yang bersinar seperti bintang. Sebenarnya aku takut jika pulang melebihi pukul lima. Tapi aku bisa melihat pemandangan yang, Subhanallah, dahsyat! Walaupun harus kubayar dengan rasa letihku ketika pulang melebihi pukul lima sore.
Entahlah. Semuanya mengalir begitu saja. Terkadang ketika sedang asyik dengan pikiranku, aku baru menyadari, “sudah sampai sini ya perjalananku?”.  Dan kemudian ketika aku sedang asyik dengan pikiranku kembali, ternyata aku telah sampai di depan rumahku..  ^,^